Minggu, 22 September 2019

UNTUK KESEKIAN KALI

Kepada: 
Kawanku Salma Nabilah

Pantas saja kau tak punya banyak teman
Semua orang kau kecewakan
Tidak ada bedanya antara mendung dan hujan
Pun dengan kemarau yang gersang
Kukira semua kebaikanmu tulus tapi ternyata kelabu
Dan semua kebaikanku kau anggap abu-abu
Tak ada yang benar-benar tulus
Semuanya bayang-bayang semu
Tak seorang pun tau apa yang ada di balik bukit
Karna itu jangan pernah berprasangka apalagi tentang hati
Tidak pernah bertanya, hanya menebak-nebak
Dasar plin plan

Belajarlah sedikit memahami arti hidup dalam kehidupan
Menghargai dan dihargai
Memahami dan dipahami
Melukai dan dilukai
Mengecewakan dan dikecewakan

Terimakasih atas semua kebaikanmu dan juga segala kekecewaan yang mendalam
Mungkin benar, harusnya aku tidak pernah berharap lebih juga mencintai seorang sahabat secara berlebih. Terimakasih banyak.

Selasa, 20 Agustus 2019

TERMENUNG

Dulu aku selalu bertanya-tanya
Tentang segala sesuatu yang membuatku penasaran
Seiring bertambahnya usia, aku mulai paham
Bahwa tidak semua orang bersedia memberi penjelasan
Tidak semua orang benar-benar bersikap ramah
Dan tidak semua orang merasa nyaman menghadapi pertanyaan

Tapi waktu mengubah segalanya
Setiap kali masalah menghadang langkah,
Setiap kali keresahan hadir membutakan,
Kebohongan, kebingungan, dan keterpurukan,
Setiap kali hal-hal yang tidak diinginkan,
Dan setiap usaha yang dilakukan
Terasa sia-sia dan tidak berguna

Saat itulah aku mulai berpikir bahwa;
Mungkin untaian sajak bisa diakhiri dengan mudah
Tapi tidak dengan segala kegelisahan
Yang hanya akan usai setelah kita pulang ke peraduanNya.

Sabtu, 03 Agustus 2019

KERESAHAN

Untuk setiap rasa yang hadir
Akan selalu ada ruang untuk diisi
Untuk setiap luka yang menghampiri
Akan selalu setia waktu mengobati
Bahkan untuk setiap bahagia yang tak terperi
Akan selalu ada celah untuk kita memahami
Bahwa Tuhan melapangkan kepada siapa pun yang Dia kehendaki.

Kamis, 11 April 2019

MALAM

Untuk: Agung bayu

Bersama kabut malam
Ku bawa pergi semua luka
Menatap langit dengan gemintang
Kesiur angin menghempas angan

Apakah semuanya akan baik-baik saja
Setelah kita memutuskan saling mengungkap
Berharap segera membaik, mengharap yang terbaik.
Mungkin akan lebih sulit, semoga kita lebih berani. 

Satu lagi,
Aku suka mata teduh dan gurat tegas di wajahmu. 
Caramu tersenyum dan menatapku.
Aku suka itu. 
Dan, aku juga menyukaimu. 

Terimakasih untuk selalu ada.
Dan, untuk selalu peduli. Juga rasa sayangmu, terimakasih. 

Sabtu, 30 Maret 2019

AKANKAH

Waktu menghempasku,
Bergegas melangkah pergi.
Hari demi hari, tahun demi tahun.
Luka itu masih ada, terasa. Masih basah.
Tak kunjung sembuh. Tak kunjung reda rasa sakitnya.
Tiap hari berganti waktu berulang cerita.
Berhitung tanggal menghitung  derita.
Untuk mengeluh pun tak kuasa.
Biar berkurang, biar memudar.
Agar aku bisa lega, mengisi setiap ruang.
Kini semua tak lagi sama.
Bukan berarti berubah.
Apa istilahnya?
Tegarkah? Atau tabah?
Mungkin sabar lebih baik. Meski tidak sepenuhnya benar.
Ah, bukan hak kita membenarkan suatu perkara.

Rabu, 23 Januari 2019

KAWANKU

Untuk kawanku:
Sella dan Bella maknae 
Hanya satu.
Yang akan terkenang dalam benak.
Tawamu, candamu yang lepas dari kekang.
Baru kemarin kita saling pandang.
Saling memerhatikan jarak langkah.
Sampai pada akhirnya,
Kita bertemu di persimpangan jalan.
Saling sapa senyum melontar kata.
Hingga,
Hari-hari berikutnya lebih mudah.
Rangkul peluk pun sudah biasa.
Menghadapi berbagai cemohan, rintangan, dan cobaan kehidupan.
Tapi kita kuat, seperti batu karang.
Tetap tegar teguh berdiri meski rapuh.
Saling harap agar terus bersama, membuat banyak kisah, melakukan lebih banyak perjalanan.
Dengan rentan waktu yang takkan lekang.
Sampai waktu memberi jarak,
Agar kita merindu untuk saling bertemu.
Kembali menghabiskan waktu bersama,
Berbagi cerita tawa tangis bahagia.
Sampai nanti kita dewasa, berkeluarga, dan berkehidupan mapan.
Ingatlah maknae, kita pernah berjuang bersama hanya untuk mendapatkan sedikit uang.
Ingatlah sella, kita pernah saling berbagi kesedihan dan kerinduan akan kasih sayang juga kebebasan.
Ingatlah, hari ini adalah hari esok yang kita cemaskan kemarin, kawanku.
Teruslah bahagia dan sehat selalu.
I purple u.


Jumat, 04 Januari 2019

LINTANG

Jangan benci jangan mengkal
Anjing menggonggong biar berlalu, bukan begitu?
Pukul saja sesukamu!
Pecahkan saja semaumu!
Sampai habis semua amarah
Sampai hilang semua gundah
Biar tenang dalam kesunyian malam
Menanti hangatnya mentari datang
Takkanlah kau menjadi pendendam
Meredam semua duka atas cita
Cukup sekian semua kisah
Sudah kuputuskan: Akan pergi lalu menghilang

TENGGELAM

Kepada: Yanti & Emi
Yang mana satu darah daging
Kita kah? Atau tidak adakah?
Tak perlu kau ucap aku pun tahu
Sebenci itukah?
Biarlah ucapmu menguar tak terbendung
Aku pun termangu tak mengelak
Tidak kah kau mengerti?
Ah, benar... siapa daku hendak dimengerti
Biarlah kutelan
Walau tercekat di ujung kerongkongan.
Tidakkah kau pikir aku ini bermuka tebal, bibi?
Setebal hatiku mengiris setiap luka

PANDANG

Kala senja dan kabut berimpit
Awan berarak tak tentu arah
Kesiur angin begitu resah
Decak air tak lagi beriak
Aku pun tak bisa pahami
Tentang terbit dan tenggelamnya matahari
Ketika langit memberi arti, kepada jiwa yang telah lama mati
Kemana lagi aku harus lari