Minggu, 28 Mei 2017

PAGI KU


Selamat pagi,
Bagiku waktu selalu pagi
Di antara potongan dua puluh empat jam sehari 
Bagiku pagi adalah waktu paling indah
Ketika janji janji baru muncul
Seiring embun menggelayut di ujung dedaunan
Ketika harapan harapan baru merekah
Bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki pegunungan

Pagi,
Berarti satu hari yang melelahkan telah terlampaui lagi 
Pagi,
Berarti satu malam dengan mimpi mimpi yang menyesakkan terlewati lagi
Malam malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, dan helaan napas tertahan
Ritual malam menyambut pagiku telah dimulai

MUSIK



Mentari melantunkan syair merdu
Hikayat tua dari tanah timur
Yang dikenang sepanjang abad
Tiap katanya merapati waktu
Terbiasa bersembunyi dalam luruh sisa tangis
Berhamburlah kata kata indah dalam kalimat sajak
Menyusupi retak kaca dalam cahaya
Membiarkannya memeluk segala kenyataan pahit
Menimangnya dalam pangkuan
Berhamburlah ia dalam pelukan berlinang air mata
Terisak dalam tangis penuh sesal
Merengkuh kepingan hati yang tersisa

APA



Di sudut kota di bawah remang lampu lampion
Menyaksikan butiran embun mengikis kenangan
Dalam riuh gemericiknya air hujan
Bersama hilangnya lembaran kisah
Ada rembulan dan lampu kota di sepanjang jalan
Menyisakan angin malam berhembus lalu 
Tangan itu hampir dingin membeku
Jemarinya mengepal membawa masa lalu yang terpendam
Mengingatkanku pada rumput di taman yang menggeliat malas


Kamis, 25 Mei 2017

KAMU




Senyum tulus nan hangat 
Secangkir teh menemani sampai petang
Ah tidak, sekali teguk tak tersisa
Gerimis membungkus senja
Tenggelam dalam sajak tak berirama
Diukir di atas kertas usang bersama kursi goyang
Menyaksikan butir kristal jatuh dari langit
Meresap tenang dalam sajak
Merekah ruah dimamah kesunyian
Merambat cepat di sekujur tubuh
Di sana, sajakku berdongeng meredakan hujan
Menghilangkan keresahan menumbuhkan pelangi



Sabtu, 13 Mei 2017

SEMOGA


Hari ini senja berpulang
Untuk yang kesekian kalinya
Matahari tak pernah berpaling
Menjadi saksi bisu perjalanan
Terkadang indah bagai lukisan monalisa
Memetik dawai menciptakan irama lagu
Menggores luka di atas romansa indah
Tersembunyi atau samar samar, entahlah
Begitu nyata jika dirasa, menghilang saat diraba